abstrak HotPotatoes

MENGEKSPLORASI HOTPOTATOES SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANG PAKARTI

Edy Wihardjo, S.Pd., M.Pd.
Pendidikan Matematika, PMIPA FKIP Universitas Jember
Pendidikan Matematika, PMIPA FKIP Universitas Muhammadiyah Jember
edy.fkip@unej.ac.id

Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBKom) merupakan matakuliah wajib bagi mahasiswa prodi pendidikan Matematika PMIPA FKIP Universitas Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember. Penyajian matakuliah tersebut bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi dalam hal merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbantuan komputer atau di makalah ini, disebut perangkat ajar berbasis Teknologi Informasi atau disingkat pakarTI. Sebagai bahan evaluasi, pada akhir perkuliahan, mahasiswa secara mandiri atau berkelompok merancang dan mengembangkan pakarTI. Setelah mencapai kompetensi tersebut, mahasiswa diharapkan akan menerapkan pakarTI dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah ketika kelak mereka menjadi guru.

Pengembangan pakarTI memerlukan program pengembang (development tool), misalnya: Java, VisualBasic, Delphi, PowerPoint, dan Flash. Bahasa pemrograman Java, VisualBasic, dan Delphi menuntut pengetahuan dasar pemrograman yang advanced. PowerPoint dan Flash relatif lebih mudah, karena mahasiswa pernah mempelajarinya ketika menempuh matakuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Algoritma Pemrograman. Oleh karena itu, pada tahun akademik 2005/2006 dan 2006/2007 perkuliahan PBKom menggunakan PowerPoint dan Flash. Namun, berdasarkan evaluasi akhir perkuliahan, ditemui sejumlah kendala, antara lain: pakarTI yang dikembangkan menggunakan PowerPoint memiliki kelemahan terutama yang memuat soal latihan karena pengguna, dalam hal ini siswa, dapat mengabaikan slide pertanyaan dengan membypass langsung menuju slide jawaban. Kedua, program Flash yang digunakan di laboratorium komputer merupakan versi trial karena pengadaan program Flash Professional CS4 version 10 memerlukan dana 700 US$ atau senilai Rp. 8.470.000,00.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti melakukan eksplorasi program pengembang pakarTI alternatif yang relatif murah, tidak memerlukan spesifikasi komputer canggih dan tidak menuntut pengetahuan dasar pemrograman yang advanced. Peneliti memfokuskan pada pemanfaatan HotPotatoes karena merupakan program pengembang pakarTI yang tidak berbayar jika digunakan di lingkungan pendidikan.

Penelitian ini melalui sejumlah tahapan. Pertama, browsing informasi mengenai HotPotatoes di Internet (tutorial, forum diskusi). Kedua, mengunduh (download) HotPotatoes dari situs http://hotpot.uvic.ca/. Ketiga, mempelajari referensi tentang HotPotatoes. Keempat, melakukan kegiatan pembelajaran sejumlah 16 pertemuan. Pada dua pertemuan pertama, pembelajaran membahas teori pakarTI meliputi: pengertian pakarTI, jenis pakarTI, komponen pakarTI, sejarah penerapan pakarTI, kelebihan dan kekurangan pakarTI, kriteria pakarTI yang baik, program pengembang (development tool) dan prosedur pengembangan pakarTI. Pembelajaran teori dilakukan di kelas dan praktikum di laboratorium komputer. Teori dan praktikum pengembangan pakarTI dibagi menjadi dua sesi, menggunakan Flash dan HotPotatoes, masing-masing terdiri dari tujuh pertemuan. Kemudian, di akhir tiap sesi dilakukan evaluasi.

Lebih khusus, penyajian teori dan praktikum pengembangan pakarTI menggunakan HotPotatoes dilakukan masing-masing selama tiga pertemuan. Selanjutnya, mahasiswa mengembangkan pakarTI secara berkelompok. Pembelajaran HotPotatoes dikhususkan pada pengembangan pakarTI berupa soal pilihan ganda menggunakan JQuiz dan soal berupa teka-teki silang menggunakan JCross. Kemudian, tugas akhir mahasiswa disajikan secara online di blog pembelajaran http://pakarti.wordpress.com dan http://edywihardjo.blog.unej.ac.id.

Sebagai kesimpulan: HotPotatoes memiliki kemampuan memadai untuk dijadikan sebagai suatu program pengembang pakarTI. HotPotatoes dapat disandingkan dengan Flash sebagai suatu program pengembang pakarTI. Kemudian, sebagai saran karena HotPotatoes merupakan suatu program pengembang pakarTI yang relatif baru dikenal, maka dipandang perlu mengembangkan buku ajar dan panduan praktikum matakuliah PBKom khususnya HotPotatoes.

akan disajikan pada Seminar Nasional Matematika di Unesa Surabaya pada Sabtu, 20 Juni 2009.

Lampiran

  1. http://adf.ly/Nesuquiz
  2. http://adf.ly/NTnvcrossword
  3. http://adf.ly/Nf6Msoal PG Matematika SMP
  4. http://adf.ly/NfSUTTS Matematika SMP

abstrak pengembangan pakarti bilingual

PENGEMBANGAN PERANGKAT AJAR BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (PAKARTI) BILINGUAL UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN DI SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Edy Wihardjo , Annur Rofiq

ABSTRAK

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan perangkat ajar berbasis Teknologi Informasi atau pakarTI bilingual (dwi-bahasa), dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, matapelajaran Matematika SMP kelas VII semester 1.

Pengembangan pakarTI bilingual dimaksudkan untuk mendukung pembelajaran di Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, diantaranya wawancara dengan guru matematika di kelas bertaraf Internasional di SMP Negeri 3 Jember, diperoleh suatu simpulan, perlu dikembangkan pakarTI bilingual matapelajaran matematika.

Sebagai upaya untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut dilakukan beberapa kegiatan. Pertama, tim peneliti mengembangkan pakarTI bilingual draf 1.0 menggunakan program utama Adobe Flash dan beberapa program pendukung.

Kedua, mengkonsultasikan pakarTI bilingual draf 1.0 pada dewan pakar terdiri dari pakar materi pembelajaran, pakar teknologi pembelajaran, pakar algoritma pemrograman, pakar bahasa Indonesia dan pakar bahasa Inggris. Kemudian, merevisi pakarTI bilingual menjadi pakarTI bilingual draf 2.0 berdasarkan saran dan masukan dewan pakar.

Ketiga, meminta tanggapan dan penilaian pada dewan guru terdiri dari 5 guru matematika (1 guru SMP Negeri 1 Jember, 2 guru SMP Negeri 3 Jember, dan 2 guru SMP Negeri 5 Jember). Selanjutnya, merevisi pakarTI bilingual menjadi pakarTI bilingual draf 3.0 berdasarkan tanggapan dan penilaian dewan guru.
Tahapan konsultasi dengan dewan pakar dan penilaian oleh dewan guru dilakukan pada saat pelatihan pengembangan pakarti bilingual.

Keempat, mengujicobakan pakarTI bilingual draf 3.0 pada 8 subjekuji yang mewakili kelompok rendah, sedang, dan tinggi. Kedelapan subjekuji dipilih berdasarkan masukan guru dan nilai matematika sebelumnya.

Kelima, melakukan revisi terhadap pakarTI bilingual draf 3.0 berdasarkan data observasi ujicoba dan hasil wawancara subjekuji menjadi pakarTI bilingual final.

Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan PMIPA FKIP Universitas Jember
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Jember

abstrak pengembangan media pbkom audio visual

MENGEMBANGKAN MEDIA PBKOM AUDIO VISUAL MENGGUNAKAN MACROMEDIA CAPTIVATE
Edy Wihardjo dan Toto’ Bara Setiawan

Abstrak: Rerata nilai Algoritma Pemrograman relatif rendah yaitu 70,4. Rendahnya nilai disebabkan oleh keterbatasan: pengetahuan prasyarat peserta, waktu praktikum, latihan mandiri diluar praktikum, dan jumlah Asisten. Keterbatasan tersebut diyakini mampu diatasi dengan mengembangkan media pembelajaran berbantuan komputer (pbkom) audio visual yang bersifat: tutorial bercabang, mandiri, dan executable. Pengembangan dilakukan melalui tahapan: konsultasi dengan Dewan Pakar (pakar materi pembelajaran, algoritma pemrograman dan bahasa Indonesia), penilaian Dosen matakuliah Algoritma Pemrograman, dan ujicoba. Perbaikan draf media pembelajaran dilakukan berdasarkan: masukan dan saran Dewan Pakar, penilaian dan tanggapan Dosen, data observasi pelaksanaan ujicoba, dan hasil wawancara dengan sembilan subjek uji. Pengembangan mengalami kendala dalam hal: perekaman (rekrutmen, pemahaman materi, dan kualitas suara dubber, serta pengaturan waktu dubbing), hardware (suara rekaman kurang bening karena terganggu suara CPU), dan software (mahalnya pengadaan program Flash, Captivate dan Nero Wave Editor). Kendala diatasi dengan menyesuaikan waktu dubbing, sehingga waktu perekaman relatif lebih lama, meminimalkan gangguan suara (noise) dengan merekam menggunakan laptop dengan power baterai, menggunakan program Flash dan Captivate versi trial, dengan konsekuensi 3 bulan sekali melakukan instalasi ulang, dan menggunakan program editing audio freeware. Produk akhir pengembangan disediakan sebagai materi pembelajaran di blog pembelajaran Universitas Jember, http://edywihardjo.blog.unej.ac.id.
Kata kunci: media pembelajaran berbantuan komputer audio visual, Captivate.

Penelitian dosen muda dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 008/SP2H/PP/DP2M/III/2008.
Edy Wihardjo adalah dosen Pendidikan Matematika PMIPA FKIP Universitas Jember. Email: edy@fkip.unej.ac.id. Blog http://edywihardjo.blog.unej.ac.id.
Toto’ Bara Setiawan adalah dosen Pendidikan Matematika PMIPA FKIP Universitas Jember. Email: totobara@fkip.unej.ac.id)

abstrak penerapan open-ended

abstrak penerapan open-ended

Penerapan pendekatan open-ended untuk meningkatkan hasil belajar1

oleh: Edy Wihardjo2, Christine Wulandari3, Yulianti4
2Dosen pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
3Dosen pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah
4Mahasiswa pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Jember

Ketuntasan klasikal pembelajaran matematika siswa kelas VIIIA tahun ajaran 2007/2008 MTs Nurul Amien Sumberejo Besuki sangat rendah. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa pasif, takut bertanya, takut mengemukakan pendapat dan tergantung pada guru.

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, peneliti dan guru matematika sepakat melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pendekatan open-ended yaitu pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan lebih dari satu penyelesaian yang benar. Pendekatan open-ended memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga kemampuan berpikir matematis siswa dapat terkomunikasi melalui proses pembelajaran.

Kendati baru pertama kali diterapkan, pendekatan open-ended mampu meningkatkan aktivitas siswa, mulai dari 70,8; 78,3 dan 83,6 persen pada pertemuan pertama hingga ketiga dan meningkatkan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 86,4 persen melampaui kriteria minimal 60 persen.

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari penerapan pembelajaran dengan pendekatan open-ended, guru seyogyanya merancang materi pembelajaran secara efektif, mengelola waktu pembelajaran secara efisien, dan menyediakan buku penunjang yang memadai.

1disajikan pada Seminar Nasional Matematika Tahun 2009 di FMIPA Universitas Jember Sabtu, 28 Februari 2009.

abstrak pengembangan buku ajar

Pengembangan Buku Ajar Matakuliah Pembelajaran Berbantuan Komputer1

oleh: Edy Wihardjo2, Toto’ Bara Setiawan3

2 dan 3Dosen pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember

Abstrak. Penelitian pengembangan (development research) ini melalui tahapan validasi (konsultasi, penilaian, dan ujicoba) yang melibatkan dewan pakar (pakar materi pembelajaran, algoritma pemrograman, dan bahasa Indonesia), dosen pembina matakuliah PBKom -Pembelajaran Berbantuan Komputer-, dan 9 mahasiswa). Produk akhir berupa buku ajar PBKom dalam format PDF bisa diakses melalui situs elearning http://elearning.unej.ac.id.

Pendahuluan

Refleksi akhir semester perkuliahan PBKom menunjukkan sejumlah temuan: (1) mahasiswa lebih menyukai materi pembelajaran tercetak (hardcopy) daripada mengakses secara online di situs elearning (http://elearning.unej.ac.id), (2) mahasiswa mengharapkan materi pembelajaran disajikan dalam format buku ajar, bukan bagian perbagian berdasarkan pertemuan atau kegiatan praktikum, (3) mahasiswa lebih memilih mengembangkan media PBKom menggunakan Flash daripada PowerPoint, namun (4) mahasiswa belum memanfaatkan keunggulan Flash secara optimal, karena (5) belum terdapat buku dan buku ajar yang membahas pengembangan media PBKom menggunakan Flash. Oleh karena itu, maka dipandang perlu mengembangkan buku ajar matakuliah PBKom.

Tujuan dan Manfaat

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar matakuliah PBKom. Buku ajar hasil pengembangan diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mahasiswa sebagai referensi utama dan guru sekolah dalam mengembangkan media PBKom, mengingat belum terdapat buku atau buku ajar yang membahas pengembangan media PBKom menggunakan program Flash. Dalam hal ini, buku ajar ini juga merupakan penyempurnaan makalah yang disajikan pengembang pada pelatihan (workshop) pengembangan media PBKom bagi guru di sekolah-sekolah. Buku ajar juga akan memberikan manfaat bagi pengembang selaku dosen pembina matakuliah PBKom juga bagi dosen pembina matakuliah PBKom lain, maupun matakuliah sejenis.

Metode Pengembangan

Validasi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap: konsultasi, tanggapan dan penilaian, dan ujicoba. Pertama, Pengembang mengkonsultasikan draf 1 buku ajar pada Dewan Pakar yang terdiri dari Pakar materi pembelajaran, algoritma pemrograman, dan bahasa Indonesia. Ketiga Pakar memiliki kompetensi pada bidangnya, bersedia mengkaji draf buku ajar, dan memberi saran perbaikan pada Pengembang.
Pakar materi pembelajaran mengkaji muatan materi pembelajaran dan memberi masukan mengenai ketepatan dengan teori dan strategi pembelajaran. Pakar algoritma pemrograman mengkaji materi yang membahas skrip pemrograman dan menyarankan perbaikan logika dan algoritma pemrograman. Pakar bahasa Indonesia memberi masukan dalam hal penggunaan tanda baca, ketepatan pemilihan kosa kata, tata bahasa, dan tata tulis buku ajar. Kemudian, Pengembang melakukan perbaikan berdasarkan masukan Dewan Pakar menjadi draf 2 buku ajar.

Kedua, Dosen Pembina matakuliah PBKom menilai draf 2 buku ajar dan memberi tanggapan terhadap kesesuaian dengan silabus, tujuan pembelajaran (standar kompetensi dan kompetensi dasar), dan penyajian materi pembelajaran. Selanjutnya, Pengembang melakukan perbaikan berdasarkan tanggapan dan penilaian Dosen Pembina menjadi draf 3 buku ajar.

Ketiga, sembilan mahasiswa peserta matakuliah PBKom sebagai subjek uji mempelajari draf 3 buku ajar. Berikutnya, Pengembang meminta pendapat mereka secara lisan melalui wawancara terstruktur. Tim Peneliti juga melakukan observasi penggunaan buku ajar dalam kegiatan perkuliahan di kelas dan praktikum di laboratorium komputer. Subjek uji memberi masukan mengenai keterbacaan, kejelasan penyajian, tingkat kesulitan item soal, penggunaan istilah teknis, penggunaan ikon dan simbol. Berdasarkan data observasi serta hasil wawancara dengan subjek ujicoba, Pengembang melakukan perbaikan akhir menjadi buku ajar PBKom.

Hasil dan Pembahasan

Pengembangan buku ajar PBKom telah melalui tahapan konsultasi, penilaian, dan ujicoba. Produk akhir buku ajar PBKom dalam format PDF dapat diakses melalui situs elearning http://elearning.unej.ac.id pada FKIP matakuliah Pembelajaran Berbantuan Komputer. Namun demikian, buku ajar masih mungkin untuk dikembangkan lebih lanjut, antara lain dalam hal: peningkatan kedalaman dan keluasan pembahasan materi, peningkatan kuantitas dan kualitas penyajian contoh, penambahan jumlah ilustrasi (gambar dan tabel), peningkatan jumlah subjek uji dalam pelaksanaan ujicoba lapangan.
Peningkatan kualitas buku ajar juga dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah Pakar dengan memanfaatkan potensi Internet sebagai media komunikasi, memperluas kajian mengenai pengembangan dan penerapan PBKom berdasarkan temuan sejumlah penelitian yang dapat diakses melalui Internet.

1Penelitian Dosen Muda dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 008/SP2H/PP/DP2M/III/2007. Disetujui untuk disajikan pada Konferensi Nasional Matematika XIV di Universitas Sriwijaya, Palembang Kamis-Minggu, 24-27 Juli 2008.

abstrak penerapan pakarTI

Penerapan pakarTI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika1

oleh: Edy Wihardjo2, Insri Windarti3, Mohammad Subarno4

2Dosen pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember, peneliti 1

3 dan 4Guru Matematika SMPN 5 Jember, peneliti 2 dan 3

PakarTI (Perangkat Ajar Berbasis Teknologi Informasi) adalah suatu perangkat ajar yang memanfaatkan keunggulan komputer sebagai penyaji materi pembelajaran dan dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa.

PakarTI dikembangkan oleh mahasiswa yang menempuh matakuliah Pembelajaran Berbantuan Komputer dengan bimbingan Peneliti 1. Pengembangan didanai oleh Ditjen Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa. PakarTI telah dipresentasikan pada PIMNAS tahun 2006 dan meraih penghargaan setara perak.

Draf 1 pakarTI dikonsultasikan pada Dewan Pakar (Pakar Teknologi Pembelajaran, Materi Pembelajaran, dan Algoritma Pemrograman). Berdasarkan masukan mereka, pakarTI direvisi menjadi draf 2.

Kemudian, draf 2 pakarTI dinilai oleh 2 Guru Matematika, yaitu Peneliti 2 dan Guru Matematika SMPN 1 Jember. Penilaian mereka menjadi dasar perbaikan menjadi draf 3 pakarTI.

Selanjutnya, draf 3 pakarTI diujicobakan pada 9 subjek uji yang ditentukan oleh Peneliti 3 berdasar nilai Matematika, keseimbangan jumlah siswa dan siswi, serta mewakili kelompok rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan pengamatan pelaksanaan ujicoba dan wawancara dengan subjek uji, dilakukan perbaikan akhir menjadi pakarTI.

Sejumlah manfaat telah diraih melalui penelitian ini. Pertama, bagi tim Pengembang merupakan pengalaman praktis mengembangkan pakarTI sebagai penerapan teori yang dipelajari pada matakuliah PBKom. Kedua, bagi Peneliti sebagai landasan penelitian lanjutan penerapan pakarTI dengan melibatkan lebih banyak subjek uji. Ketiga, bagi Guru Matematika sebagai media pembelajaran siap pakai atau materi pengayaan.

Keempat, bagi siswa. PakarTI merupakan perangkat ajar alternatif yang dapat dipelajari secara mandiri, sebagai pelengkap sajian materi pembelajaran oleh Guru. Secara umum subjek uji mendukung penerapan PakarTI, mereka mengatakan: “…belajar melalui komputer enak, santai, dan bisa diulangi lagi dari awal yang tidak mengerti”. Bahkan salah seorang mengatakan, “Seandainya di sekolah kami ada komputer yang khusus untuk pelajaran matematika kami sangat senang”.

Kelima, bagi Sekolah. PakarTI merupakan perangkat ajar inovatif bagi kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menyarankan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melibatkan lebih banyak subjek uji. Sebagai sarana pendukung, SMPN 5 Jember telah memiliki Laboratorium Komputer terdiri dari 20 unit komputer.

1disajikan pada prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika dan Matematika di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Sabtu, 21 Juni 2008.