Mengirim Karya Ilmiah PKP

Setelah menulis karya ilmiah (karil) yang disarikan dari Laporan PKP, silahkan kirim karil Anda melalui email ke UT-UPBJJ Jember.

Berikut, saya paparkan prosedur pengiriman email. Dalam hal ini, menggunakan penyedia layanan email, Gmail. Bagi Anda yang menggunakan penyedia layanan email lain, silahkan menyesuaikan.

image

Pertama, klik Tulis Email.

Kedua, setelah tampil halaman tulis email, ketik:

Untuk: jember@ut.ac.id

CC: edy.utjember@gmail.com

BCC: ketik alamat email Anda

Penulisan alamat email tujuan lebih dari satu dimaksudkan sebagai tindasan. Di alamat ketiga ketik alamat email Anda. Setelah meng-klik tombol Kirim, Anda akan menerima email dari akun email Anda sendiri.

Pada isian Perihal, ketik informasi yang menunjukkan isi email Anda.

Perihal:Karya Ilmiah PKP

Pada opsi Lampiran, klik Pilih File. Arahkan ke file di komputer atau Flash Disk Anda.

Lampiran

Pengelola (Admin) email UT-UPBJJ Jember akan menerima email karya ilmiah dari seluruh mahasiswa yang menempuh matakuliah PKP dari pokjar-pokjar di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, dan Situbondo. Untuk itu, di body email tuliskan identitas Anda, meliputi:

Nama:

NIM:

Pokjar:

Semester:

Ketiga, klik tombol Kirim. Di bagian atas akan terdapat tulisan pesan Anda terkirim. Untuk lebih memastikan, silahkan periksa di tab Surat Terkirim dan Kotak Masuk.

Demikian tutorial, mudah-mudahan bermanfaat.

7 pemikiran pada “Mengirim Karya Ilmiah PKP”

    • Artikel diatas sebenarnya untuk referensi mahasiswa UT UPBJJ Jember, terutama yang langsung saya bimbing. Jika Anda mahasiswa UT UPBJJ selain Jember, silahkan konfirmasi ke Pengelola Pokjar atau Dosen Pembimbing (Supervisor) Anda.

      Balas
  1. Pengertian Karya Ilmiah
    “Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
    Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
    • Memberi penjelasan
    • Memberi komentar atau penilaian
    • Memberi saran
    • Menyampaikan sanggahan
    • Membuktikan hipotesa
    Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
    Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
    Bentuk Karya Ilmiah
    Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
    1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
    Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
    2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
    Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
    3. Buku Ilmiah
    Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
    Ciri-Ciri Karya Ilmiah
    1. Struktur Sajian
    Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
    2. Komponen dan Substansi
    Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
    3. Sikap Penulis
    Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
    4. Penggunaan Bahasa
    Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
    Macam-Macam Karya Ilmiah
    1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
    2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
    3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
    Sikap Ilmiah
    Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
    1) Sikap ingin tahu
    Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
    2) Sikap kritis
    Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
    3) Sikap obyektif
    Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
    4) Sikap ingin menemukan
    Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
    5) Sikap menghargai karya orang lain
    Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
    6) Sikap tekun
    Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
    7) Sikap terbuka
    Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

    Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.